2.3 Kerangka Berpikir
Sekarang ini banyak orang yang kurang tertarik untuk membaca novel. Karena pandangan
mereka membaca novel sangat membosankan. Di sini peneliti ingin memberi sedikit
pandangan bahwa membaca novel itu sangat menyenangkan dan menambah pengetahuan,
contohnya dalam novel Pride and Prejudice karya Jane Austen yang memberikan
penggambaran tentang kehidupan kaum bangsawan Inggris di tahun 1800-an. Peneliti
berharap dengan adanya penelitian ini minat membaca menjadi meningkat.
Rabu, 15 Januari 2014
landasan teori
2.2 LANDASAN TEORI
1. Novel
a. Pengertian Novel
Nurgiyantoro (2000:18) mengungkapkan novel adalah suatu cerita fiksi yang tidak
selesai dibaca sekali duduk dan terdiri dari tema, alur, plot, dan penokohan. Novel merupakan
bagian dari karya sastra yang berbentuk fiksi atau cerita rekaan, namun ada pula yang
merupakan kisah nyata.
b. Jenis Novel
Novel terdiri dari 2 jenis yaitu:
1. Novel Populer
Novel populer adalah novel yang populer pada masanya dan banyak penggemarnya
khususnya pembaca dikalangan remaja. Ia menampilkan masalah-masalah yang actual
dan selalu menzaman, namun hanya sampai pada tingkat permukaan. Novel populer pada
umumnya bersifat artificial, hanya sementara, cepat ketinggalan zaman dan tidak memaksa
orang membacanya sekali lagi (Nurgiyantoro, 2000:18)
2. Novel Serius
Novel serius adalah novel yang membutuhkan ketenangan dan konsentrasi tinggi dalam
membacanya serta disertai kemauan untuk melakukannya. Novel serius disamping
memberikan hiburan yang memberikan pengalaman yang berharga kepada pembaca, atau
paling tidak mengajaknya untuk meresapi dan merenungkan secara lebih sungguh-sungguh
tentang permasalahan yang dikemukakan (Nurgiyantoro, 2000:18)
2. Nilai-nilai edukatif dalam karya sastra
Dalam KBBI (Suharso dan Ana, 2005:690) kata nilai mempunyai arti harga, banyak
sedikitnya isi, kadar mutu, sifat-sifat (hal-hal) yang penting atau berguna bagi kemanusiaan.
Sementara itu juga dalam KBBI (suharso dan ana, 2005:127) kata edukatif mempunyai arti
bersifat mendidik atau berkenaan dengan pendidikan.
Menurut Waluyo (2002:27) makna nilai yang diacu dalam sastra adalah kebaikan yang ada
dalam makna karya sastra bagi kehidupan seseorang. Hal ini berarti bahwa dengan adanya
berbagai wawasan yang dikandung dalam karya sastra khususnya novel akan mengandung
berbagai macam nilai kehidupan yang akan sangat bermanfaat bagi pembaca.
1. Novel
a. Pengertian Novel
Nurgiyantoro (2000:18) mengungkapkan novel adalah suatu cerita fiksi yang tidak
selesai dibaca sekali duduk dan terdiri dari tema, alur, plot, dan penokohan. Novel merupakan
bagian dari karya sastra yang berbentuk fiksi atau cerita rekaan, namun ada pula yang
merupakan kisah nyata.
b. Jenis Novel
Novel terdiri dari 2 jenis yaitu:
1. Novel Populer
Novel populer adalah novel yang populer pada masanya dan banyak penggemarnya
khususnya pembaca dikalangan remaja. Ia menampilkan masalah-masalah yang actual
dan selalu menzaman, namun hanya sampai pada tingkat permukaan. Novel populer pada
umumnya bersifat artificial, hanya sementara, cepat ketinggalan zaman dan tidak memaksa
orang membacanya sekali lagi (Nurgiyantoro, 2000:18)
2. Novel Serius
Novel serius adalah novel yang membutuhkan ketenangan dan konsentrasi tinggi dalam
membacanya serta disertai kemauan untuk melakukannya. Novel serius disamping
memberikan hiburan yang memberikan pengalaman yang berharga kepada pembaca, atau
paling tidak mengajaknya untuk meresapi dan merenungkan secara lebih sungguh-sungguh
tentang permasalahan yang dikemukakan (Nurgiyantoro, 2000:18)
2. Nilai-nilai edukatif dalam karya sastra
Dalam KBBI (Suharso dan Ana, 2005:690) kata nilai mempunyai arti harga, banyak
sedikitnya isi, kadar mutu, sifat-sifat (hal-hal) yang penting atau berguna bagi kemanusiaan.
Sementara itu juga dalam KBBI (suharso dan ana, 2005:127) kata edukatif mempunyai arti
bersifat mendidik atau berkenaan dengan pendidikan.
Menurut Waluyo (2002:27) makna nilai yang diacu dalam sastra adalah kebaikan yang ada
dalam makna karya sastra bagi kehidupan seseorang. Hal ini berarti bahwa dengan adanya
berbagai wawasan yang dikandung dalam karya sastra khususnya novel akan mengandung
berbagai macam nilai kehidupan yang akan sangat bermanfaat bagi pembaca.
contoh kajian pustaka
2.1 KAJIAN PUSTAKA
Kajian pustaka berfungsi untuk memberikan pemaparan tentang penelitian sebelumnya yang
telah dilakukan. Kajian terhadap hasil penelitian sebelumnya ini hanya akan dipaparkan
beberapa penlitian sejenis yang berkaitan dengan permasalahan nilai edukatif.
Diantara skripsi yang membahas tentang kajian penokohan adalah karya
Titiek Purwaningsih (2006) dengan judul “Perbandingan Nilai Edukatif dan Karakteristik
Tokoh Wanitadalam Novel La Barka karya N.H Dini dengan Larung karya Ayu Utami”
Tinjauan intertekstual: Penelitian tersebut berkesimpulan berdasarkan analisis struktur,
unsure-unsur kedua novel tersebut menunjukkan paduan dan hubungan yang harmonis
dalam mendukung totalitas makna. Struktur yang membangun kedua novel tersebut antara
lain, tema, penokohan, alur, dan latar. Adapun berdasarkan perbandingan nilai edukatif dan
karakter tokoh wanita melalui tinjauan intertekstualitas dapat dikemukakan kesimpulan
bahwa nilai edukatif dalam Novel La Barka dan Larung adalah nilai pendidikan agama,
social, moral, dan estetika.
Persamaan nilai edukatif dalam novel La Barka dan Larung adalah nilai pendidikan agama
dan social. Nilai pendidikan yang disampaikan oleh pengarang kedua novel tersebut adalah
kita harus mempercayai adanya Tuhan dan hari akhir atau kiamat. Nilai social mengajarkan
kepada manusia untuk saling tolong-menolong. Perbedaan nilai pendidikan dalam novel La
Barka dan Larung adalah pada nilai pendidikan moral dan estetika. Nilai pendidikan moral
novel La Barka adalah mengajarkan untuk bijaksana dalam mengajarkan manusia untuk
saling menyayangi dan mengupayakan keadilan.
Giovanny mario (2013) dengan judul “ A Psycoanalysis and BiographicalAnalysis on the
Main Character As Well As The Author of Sherlock Holmes: a Study in Scarlet” karya Sir
Arthur Conan Doyle.
Penelitian tersebut berkesimpulan bahwa kepribadian seseorang di dunia ini bisa dibilang
tidak ada yang sama. Setiap orang memiliki sifat-sifat yang membuatnya unggul dibanding
yang lain, namun di lain pihak ada juga sifat-sifat yang membuat mereka dianggap aneh,
bahkan mengerikan. Masing-masing orang memiliki pemikiran dan motif yang berbeda-
beda. Seperti halnya di dunia nyata, tokoh fiksi seperti yang ada didalam novel atau film juga
memiliki kepribadian. Itulah salah satu aspek dari karya sastra yang tidak bisa ditinggalkan.
Kesimpulan lain yang penulis dapatkan adalah karakter utama dalam novel ini memiliki
karakteristik seperti egois, suka melukai diri sendiri dan juga perfeksionis. Sherlock Holmes
merupakan seorang detektif yang jenius, tetapi terkadang untuk memenuhi rasa ingin
tahunya dia tidak segan-segan melukai dirinya sendiri. Seperti di bagian awal novel dimana
dia sedang melakukan eksperimen dengan mengabil sampel darah dari tangannya sendiri.
Dia bisa saja menggunakan sampel darah dari objek lain seperti binatang, namun tidak dia
lakukan. Asalkan dia bisa membuktikan dirinya benar melalui eksperimennya, dia tidak
peduli bila dirinya harus terluka dalam prosesnya.
Kesimpulan lainnya adalah bahwa si penulis novel memasukan cukup banyak bukti yang
dapat menyatakan bahwa hubungan antara pengalaman pribadinya dan isi novel tersebut
cukup berkaitan. Di dalam kehidupan nyata, si penulis merupakan seorang dokter dan penulis
karya sastra. Dia menuliskan cerita novelnya dalam sudut pandang pertama salah satu
karakternya, John Watson. Sama seperti Arthur, Watson juga merupakan seorang dokter dan
penulis. Setelah menyelesaikan kasusnya bersama Holmes, Watson secara sukarela bersedia
menuliskan kasus-kasus yang mereka jalani bersama ke dalam sebuah tulisan. Hal ini
membuat baik Arthur maupun Watson memiliki kesamaan profesi. Dari beberapa kesamaan
yang penulis berhasil temukan selama proses analisis, dapat dikatakan bahwa novel tersebut
merupakan suatu bentuk eskpresi Sir Arthur Conan Doyle terhadap kehidupannya pribadinya.
Kajian pustaka berfungsi untuk memberikan pemaparan tentang penelitian sebelumnya yang
telah dilakukan. Kajian terhadap hasil penelitian sebelumnya ini hanya akan dipaparkan
beberapa penlitian sejenis yang berkaitan dengan permasalahan nilai edukatif.
Diantara skripsi yang membahas tentang kajian penokohan adalah karya
Titiek Purwaningsih (2006) dengan judul “Perbandingan Nilai Edukatif dan Karakteristik
Tokoh Wanitadalam Novel La Barka karya N.H Dini dengan Larung karya Ayu Utami”
Tinjauan intertekstual: Penelitian tersebut berkesimpulan berdasarkan analisis struktur,
unsure-unsur kedua novel tersebut menunjukkan paduan dan hubungan yang harmonis
dalam mendukung totalitas makna. Struktur yang membangun kedua novel tersebut antara
lain, tema, penokohan, alur, dan latar. Adapun berdasarkan perbandingan nilai edukatif dan
karakter tokoh wanita melalui tinjauan intertekstualitas dapat dikemukakan kesimpulan
bahwa nilai edukatif dalam Novel La Barka dan Larung adalah nilai pendidikan agama,
social, moral, dan estetika.
Persamaan nilai edukatif dalam novel La Barka dan Larung adalah nilai pendidikan agama
dan social. Nilai pendidikan yang disampaikan oleh pengarang kedua novel tersebut adalah
kita harus mempercayai adanya Tuhan dan hari akhir atau kiamat. Nilai social mengajarkan
kepada manusia untuk saling tolong-menolong. Perbedaan nilai pendidikan dalam novel La
Barka dan Larung adalah pada nilai pendidikan moral dan estetika. Nilai pendidikan moral
novel La Barka adalah mengajarkan untuk bijaksana dalam mengajarkan manusia untuk
saling menyayangi dan mengupayakan keadilan.
Giovanny mario (2013) dengan judul “ A Psycoanalysis and BiographicalAnalysis on the
Main Character As Well As The Author of Sherlock Holmes: a Study in Scarlet” karya Sir
Arthur Conan Doyle.
Penelitian tersebut berkesimpulan bahwa kepribadian seseorang di dunia ini bisa dibilang
tidak ada yang sama. Setiap orang memiliki sifat-sifat yang membuatnya unggul dibanding
yang lain, namun di lain pihak ada juga sifat-sifat yang membuat mereka dianggap aneh,
bahkan mengerikan. Masing-masing orang memiliki pemikiran dan motif yang berbeda-
beda. Seperti halnya di dunia nyata, tokoh fiksi seperti yang ada didalam novel atau film juga
memiliki kepribadian. Itulah salah satu aspek dari karya sastra yang tidak bisa ditinggalkan.
Kesimpulan lain yang penulis dapatkan adalah karakter utama dalam novel ini memiliki
karakteristik seperti egois, suka melukai diri sendiri dan juga perfeksionis. Sherlock Holmes
merupakan seorang detektif yang jenius, tetapi terkadang untuk memenuhi rasa ingin
tahunya dia tidak segan-segan melukai dirinya sendiri. Seperti di bagian awal novel dimana
dia sedang melakukan eksperimen dengan mengabil sampel darah dari tangannya sendiri.
Dia bisa saja menggunakan sampel darah dari objek lain seperti binatang, namun tidak dia
lakukan. Asalkan dia bisa membuktikan dirinya benar melalui eksperimennya, dia tidak
peduli bila dirinya harus terluka dalam prosesnya.
Kesimpulan lainnya adalah bahwa si penulis novel memasukan cukup banyak bukti yang
dapat menyatakan bahwa hubungan antara pengalaman pribadinya dan isi novel tersebut
cukup berkaitan. Di dalam kehidupan nyata, si penulis merupakan seorang dokter dan penulis
karya sastra. Dia menuliskan cerita novelnya dalam sudut pandang pertama salah satu
karakternya, John Watson. Sama seperti Arthur, Watson juga merupakan seorang dokter dan
penulis. Setelah menyelesaikan kasusnya bersama Holmes, Watson secara sukarela bersedia
menuliskan kasus-kasus yang mereka jalani bersama ke dalam sebuah tulisan. Hal ini
membuat baik Arthur maupun Watson memiliki kesamaan profesi. Dari beberapa kesamaan
yang penulis berhasil temukan selama proses analisis, dapat dikatakan bahwa novel tersebut
merupakan suatu bentuk eskpresi Sir Arthur Conan Doyle terhadap kehidupannya pribadinya.
california girl song review
[Snoop Dogg]
Greetings loved ones
Let's take a journey
[Katy Perry - Verse 1]
I know a place
Where the grass is really greener
Warm, wet and wild
There must be somethin' in the water
Sippin' gin and juice
Layin' underneath the palm trees (Undone)
The boys
Break their necks
Try'na creep a little sneak peek (At us)
You could travel the world
But nothing comes close
To the Golden Coast
Once you party with us
You'll be falling in love
Oooooh oh oooooh
[Katy Perry - Chorus]
California girls
We're unforgettable
Daisy Dukes
Bikinis on top
Sun-kissed skin
So hot
We'll melt your Popsicle
Oooooh oh oooooh
California girls
We're undeniable
Fine, fresh, fierce
We got it on lock
Westcoast represent
Now put your hands up
Oooooh oh oooooh
[Katy Perry - Verse 2]
Sex on the beach
We don't mind sand in our Stilettos
We freak
In my Jeep
Snoop Doggy Dogg on the stereo (Oh oh)
You could travel the world
But nothing comes close
To the Golden Coast
Once you party with us
You'll be falling in love
Oooooh oh oooooh
[Katy Perry - Chorus]
California girls
We're unforgettable
Daisy Dukes
Bikinis on top
Sun-kissed skin
So hot
We'll melt your Popsicle
Oooooh oh oooooh
California gurls
We're undeniable
Fine, fresh, fierce
We got it on lock
Westcoast represent
Now put your hands up
Oooooh oh oooooh
[Snoop Dogg - Verse 3]
Toned, tanned
Fit and ready
Turn it up 'cause it's gettin' heavy
Wild, wild Westcoast
These are the girls I love the most
http://www.elyricsworld.com/california_girls_lyrics_katy_perry.html
I mean the ones
I mean like she's the one
Kiss her
Touch her
Squeeze her buns
The girl's a freak
She drives a Jeep
and lives on the beach
I'm okay
I won't play
I love the Bay
Just like I love L.A.
Venice Beach
And Palm Springs
Summertime is everything
Homeboys
Hangin' out
All that ass
Hangin' out
Bikinis, tankinis, martinis
No weenies
Just a king
And a queen-ie
Katy my lady
(Yeah)
You're lookin'here baby
(Uh huh)
I'm all up on you
'Cause you representin' California
(Ohhh yeahh)
[Katy Perry - Chorus]
California gurls
We're unforgettable
Daisy Dukes
Bikinis on top
Sun-kissed skin
So hot
We'll melt your Popsicle
Oooooh oh oooooh
California gurls
We're undeniable
Fine, fresh, fierce
We got it on lock
Westcoast represent
(Westcoast, Westcoast)
Now put your hands up
Oooooh oh oooooh
Snoop Dogg:
(Californiaaa, Californiaaa)
California girls man
I wish they all could be
California girls
(Californiaaa) (ha ha ha ha ha)
I really wish
You all could be
California girls
(Californiaaa, girls)
song review '' this song is about californian girl lifestyle. its about beach and popsicle anything that reflecting a life near the beach.
contoh manfaat penelitian
1.4 MANFAAT PENELITIAN
Penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi para pembaca, baik bersifat
teoritis maupun praktis.
1. Manfaat Teoritis
a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan perkembangan ilmu
sastra.
b. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat untuk memperkaya penggunaan teori-teori sastra
secara teknik analisis terhadap karya sastra.
c. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat dalam memperkaya penggunaan teori dari
bidang psikologi terhadap bidang sastra.
d. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat dalam pembuktian bahwa bidang psikologi dan
sastra tidak dapat dipisahkan.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi pembaca penelitian ini dapat menambah minat baca dalam mengapresiasikan
karya sastra.
b. Bagi penulis, penelitian ini dapat memperkaya wawasan sastra dan menambah
khasanah penelitian sastra Indonesia sehingga bermanfaat bagi perkembangan sastra
Indonesia.
c. Bagi pembaca dan penulis, penelitian ini dapat menambah khasanah pengetahuan
tentang pola didik dalam keluarga.
d. Bagi pembaca dan penulis, penelitian ini dapat bermanfaat untuk menambah wawasan
tentang karakter seseorang.--------------------t---
Penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi para pembaca, baik bersifat
teoritis maupun praktis.
1. Manfaat Teoritis
a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan perkembangan ilmu
sastra.
b. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat untuk memperkaya penggunaan teori-teori sastra
secara teknik analisis terhadap karya sastra.
c. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat dalam memperkaya penggunaan teori dari
bidang psikologi terhadap bidang sastra.
d. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat dalam pembuktian bahwa bidang psikologi dan
sastra tidak dapat dipisahkan.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi pembaca penelitian ini dapat menambah minat baca dalam mengapresiasikan
karya sastra.
b. Bagi penulis, penelitian ini dapat memperkaya wawasan sastra dan menambah
khasanah penelitian sastra Indonesia sehingga bermanfaat bagi perkembangan sastra
Indonesia.
c. Bagi pembaca dan penulis, penelitian ini dapat menambah khasanah pengetahuan
tentang pola didik dalam keluarga.
d. Bagi pembaca dan penulis, penelitian ini dapat bermanfaat untuk menambah wawasan
tentang karakter seseorang.--------------------t---
contoh latar belakang masalah
BAB I
Sastra adalah ungkapan pribadi seseorang yang berupa pemikiran, perasaan, gagasan ,
semangat, keyakinan dalam suatu bentuk gambaran yang konkret yang membangkitkan
pesona dengan alat- alat bahasa (Sumarno dan Saini 1991:3).
Pernyataan diatas mengandung makna bahwa manusia menggunakan karya sastra sebagai
salah satu alat untuk mengekspresikan perasaan, pola pikir bahkan ide yang mereka miliki
dengan bantuan bahasa. dapat disimpulkan bahwa karya sastra dapat membantu seseorang
yang tidak bisa atau mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang mereka miliki secara
langsung dengan lebih menarik untuk itu karya sastra terbilang sangat bermanfaat bagi
manusia dan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia baik manusia tersebut sebagai
penikmat karya sastra atau penghasil karya sastra.
Karya sastra yang baik adalah karya sastra yan mampu meninggalkan kesan dan mampu
membawa penikmatnya untuk turut hanyut merasakan sesuatu yang ingin digambarkan
oleh pencipta karya sastra tersebut. Khusus untuk karya sastra jenis novel, novel yang baik
adalah novel yang mampu membuat para pembaca memiliki imajinasi terhadap situasi dan
keadaan yang terdapat dalam novel tersebut seolah pembaca novel tersebut adalah salah satu
tokoh dalam novel tersebut atau pembaca berada dalam situasi, kondisi atau waktu yang
digambarkan dalam novel tersebut. Tentunya juga novel yang baik pasti meninggalkan kesan
Novel yang baik menurut gambaran diatas tidak selalu novel yang terkenal, banyak pula
novel yang kurang terkenal memiliki kriteria seperti gambaran diatas, tapi kaena satu dan
lain hal novel tersebut kurang memiliki minat di pasara. Ada pula novel yang memenuhi
kriteria novel yang baik seperti penggambaran diatas dan terkenal bahkan menjadi novel
legendaris. contohnya adalah novel pride and prejudice karya novelis wanita Jane Austen.
Novel yang pertama terbit pada tahun 1813 dan masih terkenal dan melegenda hingga saat ini
bahkan masih ada penerbit yang masih menerbitkan novel karya jane austen ini serta novel
karya Jane Austen lainnya hingga saat ini. Jane austen adalah seorang novelis wanita asal
Inggris yang paling diakui dan paling di cintai dalam dunia kesusastraan namun, pada awal
kemunculannya banyak ditentang dan dijegal karna pada saat itu novelis wanita masih jarang
di temui. Dan Pride and Prjudice adalah novel kedua yang di hasilkan oleh Jane Austen.
Salah satu bagian yang sangat penting dan berpengaruh terhadap keberhasilan novel
adalah penokohan. Penokohan menjadi dasar yang sangat penting bagi sebuah novel
sebagai dasar bagi para penulis untuk mengembangkan karangannya. Penokohan yang
menarik juga membawa dampak yang sangat besar bagi para pembaca dalam meresapi dan
mengartikan maksud dan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis dalam novel tersebut.
Keberhasilan novel juga tergantung pada penggambaran tokoh di di dalam novel tersebut,
penggambaran tokoh yang baik dalam sebuah novel dapat membawa dampak emosional
yang besar pada para pembaca novel tersebut. Contohnya saja penggabaran tokoh protagonis
ataupun antagonis dalam novel. Bagaimana cara penulis menggambarkan tokoh antagonis
yang membuat pembaca turut membenci tokoh tersebut dan bagaimana penggambaran
tokoh protagonis yang membuat para pembaca turut iba dan merasakan sesuatu yang di di
Pada novel pride and prejudice Jane Austen menggambarkan tokoh dengan sempurna
sehingga para tokoh yang terdapat pada novel tersebut membekas dalam ingatan para
pembacanya. Elizabeth bennet sebagai tokoh utama yang merupakan anak kedua dari
keluarga Bennet adalah seseorang yang cerdas dan memiliki pemikiran yang cepat, Mr.
Darcy anak dari keluarga kaya raya pemilik pemberley dan seseorang yang cerdas tapi terlalu
blak- blakan , Jane Bennet anak sulung dari keluarga Bennet dan Charles Bingley sahabat
dari Mr. Darcy yang merupakan pasangan potesial yang disebutkan sejak awal novel dan
keduanya memiliki sifat yang hampir serupa yaitu ceria, bersahabat, berkepribadian baik
dan selalu memikirkan yang terbaik untuk orang lain, Mr. Bennet yang tidak terlalu peduli
pada keluarganya dan lebih peduli pada waktu luangnya di perpustakaan, Lydia Bennet yang
merupakan anak terakhir dari pasangan bennet yang genit, bodoh dan berisik serta tentunya
Mrs Bennet seorang ibu yang matrealistis, bodoh dan cerewet serta hanya peduli pada
masalah perjodohan putrinya dengan seseorang yang dianggap potensial olehnya dan akan
menguntungkan keluarganya dan rela melakukan apa saja yang dianggap perlu agar rencana
terhadap perjodohan tersebut berhasil merupakan tokoh- tokoh yang paling membekas pada
para pembaca dalam novel karya Jane Austen ini.
Tokoh- tokoh tersebut dapat membawa pembaca ikut merasakan keadaan tokoh tersebut.
Dalam kasus penggambaran Mrs. Bennet Jane menggambarkan tokoh tersebut dengan sangat
sempurna. Tokoh Mrs. Bennet dalam novel Pride and Prejudice dapat membawa seseorang
ikut terbawa emosi saat tokoh tersebut melakukan tindakan yang sangat menggangu atau
mempermalukan keluarganya. Salah satu contohnya adalah penggambaran bagaimana Mrs.
Bennet melakukan segala cara agar perjodohan antara Jane dan Mr. Bingley berhasil.
Sastra adalah ungkapan pribadi seseorang yang berupa pemikiran, perasaan, gagasan ,
semangat, keyakinan dalam suatu bentuk gambaran yang konkret yang membangkitkan
pesona dengan alat- alat bahasa (Sumarno dan Saini 1991:3).
Pernyataan diatas mengandung makna bahwa manusia menggunakan karya sastra sebagai
salah satu alat untuk mengekspresikan perasaan, pola pikir bahkan ide yang mereka miliki
dengan bantuan bahasa. dapat disimpulkan bahwa karya sastra dapat membantu seseorang
yang tidak bisa atau mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang mereka miliki secara
langsung dengan lebih menarik untuk itu karya sastra terbilang sangat bermanfaat bagi
manusia dan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia baik manusia tersebut sebagai
penikmat karya sastra atau penghasil karya sastra.
Karya sastra yang baik adalah karya sastra yan mampu meninggalkan kesan dan mampu
membawa penikmatnya untuk turut hanyut merasakan sesuatu yang ingin digambarkan
oleh pencipta karya sastra tersebut. Khusus untuk karya sastra jenis novel, novel yang baik
adalah novel yang mampu membuat para pembaca memiliki imajinasi terhadap situasi dan
keadaan yang terdapat dalam novel tersebut seolah pembaca novel tersebut adalah salah satu
tokoh dalam novel tersebut atau pembaca berada dalam situasi, kondisi atau waktu yang
digambarkan dalam novel tersebut. Tentunya juga novel yang baik pasti meninggalkan kesan
Novel yang baik menurut gambaran diatas tidak selalu novel yang terkenal, banyak pula
novel yang kurang terkenal memiliki kriteria seperti gambaran diatas, tapi kaena satu dan
lain hal novel tersebut kurang memiliki minat di pasara. Ada pula novel yang memenuhi
kriteria novel yang baik seperti penggambaran diatas dan terkenal bahkan menjadi novel
legendaris. contohnya adalah novel pride and prejudice karya novelis wanita Jane Austen.
Novel yang pertama terbit pada tahun 1813 dan masih terkenal dan melegenda hingga saat ini
bahkan masih ada penerbit yang masih menerbitkan novel karya jane austen ini serta novel
karya Jane Austen lainnya hingga saat ini. Jane austen adalah seorang novelis wanita asal
Inggris yang paling diakui dan paling di cintai dalam dunia kesusastraan namun, pada awal
kemunculannya banyak ditentang dan dijegal karna pada saat itu novelis wanita masih jarang
di temui. Dan Pride and Prjudice adalah novel kedua yang di hasilkan oleh Jane Austen.
Salah satu bagian yang sangat penting dan berpengaruh terhadap keberhasilan novel
adalah penokohan. Penokohan menjadi dasar yang sangat penting bagi sebuah novel
sebagai dasar bagi para penulis untuk mengembangkan karangannya. Penokohan yang
menarik juga membawa dampak yang sangat besar bagi para pembaca dalam meresapi dan
mengartikan maksud dan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis dalam novel tersebut.
Keberhasilan novel juga tergantung pada penggambaran tokoh di di dalam novel tersebut,
penggambaran tokoh yang baik dalam sebuah novel dapat membawa dampak emosional
yang besar pada para pembaca novel tersebut. Contohnya saja penggabaran tokoh protagonis
ataupun antagonis dalam novel. Bagaimana cara penulis menggambarkan tokoh antagonis
yang membuat pembaca turut membenci tokoh tersebut dan bagaimana penggambaran
tokoh protagonis yang membuat para pembaca turut iba dan merasakan sesuatu yang di di
Pada novel pride and prejudice Jane Austen menggambarkan tokoh dengan sempurna
sehingga para tokoh yang terdapat pada novel tersebut membekas dalam ingatan para
pembacanya. Elizabeth bennet sebagai tokoh utama yang merupakan anak kedua dari
keluarga Bennet adalah seseorang yang cerdas dan memiliki pemikiran yang cepat, Mr.
Darcy anak dari keluarga kaya raya pemilik pemberley dan seseorang yang cerdas tapi terlalu
blak- blakan , Jane Bennet anak sulung dari keluarga Bennet dan Charles Bingley sahabat
dari Mr. Darcy yang merupakan pasangan potesial yang disebutkan sejak awal novel dan
keduanya memiliki sifat yang hampir serupa yaitu ceria, bersahabat, berkepribadian baik
dan selalu memikirkan yang terbaik untuk orang lain, Mr. Bennet yang tidak terlalu peduli
pada keluarganya dan lebih peduli pada waktu luangnya di perpustakaan, Lydia Bennet yang
merupakan anak terakhir dari pasangan bennet yang genit, bodoh dan berisik serta tentunya
Mrs Bennet seorang ibu yang matrealistis, bodoh dan cerewet serta hanya peduli pada
masalah perjodohan putrinya dengan seseorang yang dianggap potensial olehnya dan akan
menguntungkan keluarganya dan rela melakukan apa saja yang dianggap perlu agar rencana
terhadap perjodohan tersebut berhasil merupakan tokoh- tokoh yang paling membekas pada
para pembaca dalam novel karya Jane Austen ini.
Tokoh- tokoh tersebut dapat membawa pembaca ikut merasakan keadaan tokoh tersebut.
Dalam kasus penggambaran Mrs. Bennet Jane menggambarkan tokoh tersebut dengan sangat
sempurna. Tokoh Mrs. Bennet dalam novel Pride and Prejudice dapat membawa seseorang
ikut terbawa emosi saat tokoh tersebut melakukan tindakan yang sangat menggangu atau
mempermalukan keluarganya. Salah satu contohnya adalah penggambaran bagaimana Mrs.
Bennet melakukan segala cara agar perjodohan antara Jane dan Mr. Bingley berhasil.
my love
i love this person hi is kevin nishimura a.k.a KevNish// and he is kind of ridiculous because with his bright brain he said that he have nothing to do when he cant make music. and its mean that he will make music even there's no one will listen his music.
Langganan:
Postingan (Atom)



